Gus Dur, Bapak Pluralisme itu Wafat

Jakarta, NU Online
Inna lillahi wa inna ilaihi raajiuun, mantan presiden RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa dikenal Gus Dur telah meninggal dunia pada pukul 18.45 WIB.

Kepala tim dokter yang menangani Gus Dur dr Yusuf Misbah, mengatakan kondisi Gus Dur sebenarnya sempat membaik namun pada Rabu siang tadi, pukul 11 kembali memburuk karena penyakit komplikasi antara diabetes, ginjal, stroke dan jantung.

Pada pukul 18.15 kondisi gus dur dinyatakan kritis dan pada pukul 18.45 dinyatakan meninggal dunia. Mala mini juga, jenazah Gus Dur akan dibawa ke kediamannya di Ciganjur.

Adik Gus Dur, Gus Solah menyatakan sampai saat ini belum ada keputusan jenazah Mantan Ketua Umum PBNU ini akan dimakamkan dimana karena masih menunggu rapat keluarga, Namun, ada kemungkinan akan dimakamkan di Jombang, tanah kelahirannya. “Kami menunggu keputusan keluarga untuk dimakamkan di mana,” tuturnya.

Meninggalnya Gus Dur menjadi sebuah kehilangan besar bagi komunitas NU mengingat sedemikian banyak jasa yang telah dilakukan olehnya selama memimpin PBNU

Ketua PBNU Mustofa Zuhad Mughni mengatakan selama 15 tahun kepemimpinannya, Gus Dur telah malakukan pencerahan kepada seluruh lapisan di NU, pada bidang pemikiran. Ini dimungkinkan karena era Gus Dur, NU kembali ke khittahnya sebagai organisasi massa keislaman, sementara pada periode sebelumnya, NU masih menjadi partai politik.

“Gus Dur telah mengembangkan tradisi keilmuan dilingkungan NU, seperti pengembangan tradisi bahtsul masail, pengenalan ekonomi kerakyatan, pembentukan lembaga pengkaderan NU atau Lakpesdam NU dan lainnya.

Sejak pertama kali memimpin NU pada tahun 1984, Gus Dur juga telah memiliki visi menjadikan NU sebagai organisasi yang modern dan tertata rapi. “Zaman pertama kali diangkap tahun 1984, sudah mencanangkan komputerisasi, sampai ke cabang-cabang, waktu itu masih diketawain orang,” tandasnya.

“Banyak hal yang bisa diteladani dari pribadi Gus Dur, diantaranya konsistensi dalam pemikiran. Ia merupakan tokoh berkarakter dan berani mengambil risiko atas kepemimpinannya, terlepas dari kekurangan yang dimilikinya.

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menyatakan: “Belum ada kader sekokoh Gus Dur dari perjuangannya. Hanya karena masalah lingkungan, ini semua tidak menjadi kapasitas penuh. Karena kesehatan dan lingkungan, tapi orisinal Gus Dur luar biasa.”

Gus Dur juga bukan orang yang suka mengeluh dengan persoalan yang dihadapi. Ia berani menanggung semua risiko atas tindakan yang diambilnya.

Selamat jalan sang pejuang demokrasi. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa dan kesalahannya, menerima semua amal kebajikannya dan menempatkannya dalam kemuliaan di sisi-Nya. Amiin.

Sumber: http://www.nu.or.id



Artikel Terkait :

Gus Dur di Mata Mereka
Video-video Seputar Gu Dur
Gus Dur Dibunuh
Benar, Apa Kata Gus Dur

Satu Tanggapan to “Gus Dur, Bapak Pluralisme itu Wafat”

  1. Jalaludin Ahmad Says:

    assalamualaikum

    perkenalkan saya adalah salah satu dari sekian banyak pendukung gus dur, lewat media ini saya berharap mohon jangan sebut gusdur sebagai Bapak Pluralisme karena sebutan itu sama saja melecehkan beliau sebagai Bapak Faham Haram karna kami sadari dan pahami bahwa pluralisme itu haram dan diharamkan sebagaimana yang pernah difatwakan guru guru kami di mui
    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: